Edukasi

Teknikal

Analisis teknikal merupakan lanjutan dari analisis fundamental. Data yang diperoleh melalui informasi sifatnya bervariasi. Ada yang memiliki dampak besar dan jangka panjang, dampak besar jangka pendek dan dampak kecil. Informasi yang diterima oleh seorang pembaca informasi maupun investor tidak serta-merta dapat menjadi dasar utuh untuk melalukan sebuah tindakan buy atau pun sell.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga selain informasi atau data fundamental, disebut dengan teknikal seperti volume supplay dan demand, garis tren, sifat harga, titik jenuh, jam perdagangan dan masih banyak lagi. Namun pada dasarnya, analisis teknikal terbentuk dari analisis fundamental.


Indikator Analisis Teknikal Sederhana

Analisis teknikal bisa jadi sangat subyektif. Dua orang analis yang mencermati chart yang sama bisa saja memiliki pandangan yang berbeda. Ini mungkin terjadi apabila para analis memiliki gaya atau cara yang berbeda. Subyektivitas ini sedikit - banyak bisa diantisipasi dengan dasar analisis teknikal yang baik. Hal yang terpenting adalah memahami prinsip dasar analisis teknikal lebih dahulu, sehingga nanti akan lebih mudah memahami analisis teknikal yang lebih kompleks.

1. Line Chart

Line chart adalah grafik yang paling sederhana yang digambarkan sebagai garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Misalnya, dalam beberapa hari berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 200, 150, 250 maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus. Dengan grafik ini dapat dilihat pergerakan harga secara umum dalam satu periode waktu tertentu. Perhatikan cointoh berikut ini

2. Bar Chart

IBar chart sedikit lebih rumit daripada line chart. Chart jenis ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu. Karena memiliki informasi tersebut, chart ini juga disebut dengan OHLC chart (Open-Hihg-Low-Close). Berikut ini adalah bentuk dasar dari bar chart.

3. History Repeats Itself

Meski tidak selalu persis, namun sejarah selalu berulang. Para technician (sebutan untuk trader berhaluan analisis teknikal) menemukan bahwa pergerakan harga cenderung membentuk pola-pola tertentu. Pola-pola ini pun memiliki kecenderungan berulang dari masa ke masa. Dengan demikian, berulangnya pola-pola tersebut bisa dimanfaatkan untuk memperkirakan ke mana arah pergerakan harga selanjutnya berdasarkan sejarah yang tercatat ketika pola-pola yang sama muncul di masa lalu.



Indikator Analisis Teknikal Kompleks

1. Support Dan Ressitance

Nilai tukar instrumen di pasar keuangan global selalu bergerak naik dan turun. Namun dalam pergerakan tersebut, ada suatu titik dimana harga sulit untuk menembus baik naik ataupun turun. Pada titik tersebut harga cenderung bergerak berulang, seperti gerakan memantul. Titik terkuat yang tidak dapat ditembus tersebut dinamakan support dan ressistance.

Support dan ressistance pada dasarnya adalah sama-sama titik terbuat sebelum harga bergerak ke arah sebaliknya (memantul). Hanya saja, yang membedakan adalah posisi kedua nya. Ressistance merupakan titik harga terkuat di atas harga berjalan (running) sedangkan support adalah kebalikannya. Posisi support berada di bawah harga running.

2. Trend Line

Garis tren harga menunjukkan kecenderungan pergerakan harga dalam suatu periode. Dalam pergerakan harga, dikenal 3 (tiga) istilah trend, yaitu tren naik, trend turun dan datar.

Tren naik atau up trend sering disebut dengan istilah bullish, berasal dari kata bull yang menggambarkan tandukan banteng. Sebaliknya, tren turun atau down trend disebut dengan istilah bearish, berasal dari kata bear yang menggambarkan cakaran beruang. Tren datar dikenal dengan istilah sideways.

3. BOLLINGER BANDS

Bollinger Bands mewakili 3 garis pada grafik harga, yang dapat menyempit atau melebar tergantung pada volatilitas pasar. Saat pasar sepi, Bollinger Bands menyempit, namun ketika ada lonjakan harga abnormal, Bollinger Bands akan melebar.

Bollinger Bands adalah strategi trading yang ditujukan untuk menetapkan pembalikan tren dan pemunduran harga ke level harga rata-rata. Apabila candle ditutup diatas Bollinger Bands, ini akan menunjukkan sinyal bahwa harga akan segera turun dan kembali ke rata-ratanya. Apabila candle ditutup dibawah Bollinger Bands, ini akan menunjukkan sinyal bahwa harga akan segera turun dan kembali ke rata-ratanya.

4. ELLIOT WAVE

NElliot Wave adalah indikator teknikal yang menggambarkan di mana posisi pasar saat ini dan kemana arah pasar berikutnya.

Analisis menggunakan indikator ini merupakan salah satu yang cukup rumit dibanding dengan yang lainnya. Namun demikian, indikator ini cukup akurat.

Setiap gelombang Elliot Wave yang lengkap, terdiri dari 5 (lima) gelombang impulsif dalam arah trend utama, diikuti dengan 3 (tiga) gelombang koreksi. Formasi ini berlaku dalam periode waktu berapapun.

5. FIBONACCI RETRACEMENT

Retrace artinya adalah berbalik arah. Fibonacci retracement adalah mencari titik balik terkuat dari pergerakan harga. Ketika menambahkan indikator ini pada platform trading, maka angka-angka akan menunjukkan tik-tikit support dan ressistance yang menjadi titik balik arah. Titik terkuat lazimnya berada di garis 61,8%.

6. FIBONACCI EXPANSION

Indikator fibonacci expansion tidak jauh berbeda dari fibonacci retracement. Bedanya hanya pada jumlah gelombang yang digunkana. Pada fibonacci expansion digunakan dua gelombang untuk menemukan titik lanjutan pergerakan harga lanjutan (expansion).


Channel

Channel merupakan salah satu tool analitik yang merupakan pengembangan dari trend line. Cara menggambarnya cukup sederhana, kita tinggal menduplikasi trend line yang telah kita buat. Langkahnya, pertama kali kita gambar terlebih dahulu trend line sesuai dengan arah trennya. Pada gambar di bawah ini, contohnya kita menarik trend line pada saat uptrend.

Lalu, kita tarik garis yang sejajar dengan trend line tersebut. Garis ke dua ini kemudian kita proyeksikan sehingga menghubungkan titik-titik puncaknya. Sama halnya dengan trend line, garis ini minimal harus menghubungkan dua puncak. Jadilah sebuah UP CHANNEL atau juga sering disebut sebagai ASCENDING CHANNEL. Sederhana kan?

Sedangkan untuk menggambar sebuah DOWN CHANNEL; atau sering disebut sebagai DESCENDING CHANNEL; sama sederhananya dengan menggambar bullish channel. Pertama, gambar dulu trend line yang menghubungkan minimal dua puncak. Lalu buat garis yang sejajar dengan trend line tersebut menghubungkan minimal dua lembah. Di bawah ini adalah contoh down channel.

Meskipun sederhana, channel ini sangat berguna. Channel ini nantinya bisa kita manfaatkan untuk memperkirakan area buy atau sell. Kedua garis channel berfungsi sebagai support dan resistance. Garis yang berada di atas berfungsi sebagai resistance, sedengkan garis yang di bawah berfungsi sebagai support. Untuk lebih mudah dalam penyebutannya, kita sebut saja kedua garis tersebut sebagai garis support dan garis resistance.
Ketika harga berada di area garis support, maka kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi berupa sinyal bullish untuk melakukan buy, dengan target di garis resistance. Waspadalah jika harga tembus ke bawah garis support. Jika hal itu terjadi, ada baiknya untuk mempertimbangkan u ntuk melepas transaksi tersebut. Tentu saja ini nanti juga harus melihat perkembangan situasi pasar. Mengenai hal ini akan kita bahas nanti, di topik yang lebih lanjut.
Begitu pula ketika harga berada di area garis resistance. Pada saat itu kita bisa mencoba untuk mencari konfirmasi sinyal bearish untuk melakukan sell dengan target di garis support. Tentu saja kita harus waspada jika garis resistance tembus setelah kita melakukan sell. Sideways Channel Ada kalanya harga bergerak sideways, sehingga kita tidak bisa menggambar up channel atau down channel dengan baik. Dalam keadaan seperti ini, kita bisa menggambar channel yang mendatar. Kita sebut channel seperti ini sebagai sideways channel atau ranging channel.

Di bawah ini adalah contoh grafik yang menyajikan ketiga jenis channel yang telah kita bahas, yaitu up channel, down channel dan sideways channel.